Dosa Paling Besar Yaitu Syirik Kepada Allah



Para pecinta sunnah yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa ta'ala. Kita wajib kiranya sebagai umat muslim mempelajari dan memahami apa saja yang termasuk dalam dosa - dosa besar yang telah sampaikan dalam firman-Nya (Al-Quran) dan (hadits) Rasulullah. Bahwa dosa-dosa besar (kabair) yang paling terbesar adalah syirik kepada . Syirik di sini ada dua unsur. Pertama menjadikan segala sesuatu sebagai tandingan atau beribadah tidak kepada seperti yang kita ketahui mereka beribadah kepada benda-benda diantaranya batu, pohon, matahari, bulan, bintang, guru,  raja, ataupun yang lainnya. Inilah yang dikatakan syirik besar yang di dalamnya sudah dijelaskan.

ﷲ  subhanahu wataala befirman :
 إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya”. (QS.4 An-Nisa, Ayat :48 dan 116).

Dan dalam firman yang lainnya :
إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

“Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”. (QS.31 Luqman,  Ayat: 13)

إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ

“Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepada-nya surga, dan tempatnya ialah neraka”. (QS.5 Al-Maidah, Ayat :72)

Diatas adalah ayat-ayat yang berhubungan dengan masalah syirik kepada Allah adapun banyak sekali ayat-ayat yang membahas tentang syirik menyekutukan Allah. 

Barangsiapa siapa yang mempersekutukan lalu ia mati dalam keadaan tidak bertobat, maka dia termasuk penghuni neraka.  Seperti halnya seseorang yang telah beriman kepada lalu ia mati dalam keadaan ketaatan beribadah maka ia termasuk penghuni surga, walaupun mungkin ia diazab siksa di neraka terlebih dahulu.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Maukah kalian aku beritahukan apa kabair yang paling besar?, "Tentu wahai Rasulullah." lalu Rasulullah bersabda, " yaitu menyekutukan allah dan durhaka kepada kedua orang tua." saat itu beliau sendiri lalu duduk dan melanjutkan, "juga, kesaksian palsu." begitu Rasulullah mengulang-ulang sampai-sampai kami mengatakan,  "Andai beliau menghentikannya". (5. Shahih. Diriwayatkan Oleh Al-Bukhori {2654, 5976, 6273}. Dari Muslim {87})

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

"Jauhilah 7 (tujuh) perkara yang dapat memusnahkan". Lalu Rasulullah menyebutkannya diantaranya adalah syirik menyekutukan Allah”. (6. Telah disebutkan takhrij-Nya)  

Rasulullah ﷺ bersabda :

“Barang siapa mengganti agamanya (murtad) bunuhlah ia”. (7. Shahih. Diriwayatkan Oleh Ahmad {1/282} dan Al-Bukhari {3017, 6922} ; dari Ibnu Abbas)  

Kedua,  seseorang yang menyertai amal perbuatannya dengan riya'. Allah berfirman :

“Barang siapa mengharap perjumpaan dengan rabbnya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang sholeh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadah kepada Rabb-Nya." (QS.18 Al-Kahfi, Ayat 110).

Disini dapat dijelaskan bahwa maksud dari "Janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadah kepada rabbnya hendaknya tidak menyertakan riya' bersama amalnya.

Seperti dalam Hadits Rosulullah:

“Jauhilah syirik kecil!" mereka bertanya wahai Rasulullah apakah Syirik kecil itu? Beliau menjawab yaitu Riya',  pada Hari pembalasan untuk segala yang dikerjakan oleh manusia Allah berkata pergilah kepada orang-orang yang kalian ingin mereka melihat amal-amal kalian lalu lihatlah adakah pahala yang disediakannya?” (8. Shahih diriwayatkan oleh Ahmad {5/428,429}, dan Al-Baqhawi {4135} ; dari Mahmud bin Lubaid Dan Mahmud bin Lubaid meriwayatkannya dari Rafi’ Bin Khudaji dengan riwayat serupa, diriwayatkan Ath-Thabrani dalam Al-Kabair {Al-Muljam Al-kabair, 4301} Al-Mundziri berkata, “isnadnya {Ahmad} jayyid, Syaikh Al-Albani men-shahih-kannya dalam Ash-Shahihah {951}).   

Begitu pula dijelaskan dalam Hadits Qudsi bahwa Allah ta'ala berfirman:


“Barang siapa mengerjakan suatu Amal, dalam hal itu mempersekutukan seorang denganku, maka amal yang dikerjakannya itu untuk sekutu yang ia angkat. Dan aku berlepas darinya”. (9. Shahih. Diriwayatkan oleh Ahmad {5/301}. Muslim {2985}, dan Ibnu Majah {4202} ; dari Abu Hurairah) 

Rasulullah ﷺ bersabda :  

“Barangsiapa berlaku riya’, Allah akan memperlihatkan keburukannya, dan barangsiapa berlaku sum'ah Allah akan memperdengarkan aibnya”. (Shahih diriwayatkan oleh Ahmad {4/313}. Al-Bukhari {6499. 7152}. Muslim {2987}. Ibnu majah {4207}. dan Ibnu hibban {406} ; dari Jundab Dan Muslim {2986} meriwayatkan dari Ibnu Abbas.    

Dari Hadits Abu Hurairah juga meriwayatkan dari Nabibersabda: “Betapa banyak orang yang berpuasa tetapi tidak mendapatkan apa-apa selain lapar dan dahaga, dan betapa banyak orang yang bangun shalat malam, tetapi tidak mendapatkan apa-apa selain berjaga”.  (11. Shahih, diriwayatkan oleh Ahmad {2/373}. Ibnu Khuzaimah {1997). Al-Qudha’I {1426}. Ibnu Hibban {3481}. Dan Ibnu Majah {1690} ; dari Abu Hurairah  dan Ibnu  Umar. Syaikh Al-Albani men-shahih-kannya dalam Shahih Al-Jami’ {3490})”

Diriwayatkan pula Rasulullah bersabda :  “Perumpamaan orang yang beramal untuk riya’ (ingin di lihat) dan sum’ah (ingin didengar) seperti orang yang memenuhi kantongnya dengan kerikil lalu masuk pasar untuk membeli sesuatu. Ketika ia membuka (kantongnya) di hadapan para penjual ternyata kantongnya dipenuhi kerikil dan ia pun memukulkannya ke wajahnya. Karena kantongnya itu tiada manfaat selain omongan orang-orang bahwa ia telah memenuhi kantongnya. Ia tidak mendapatkan apa-apadari isi kantongnya. Begitu pula orang yang Riya’ dan Sum’ah dalam beramal, ia tidak mendapatkan apa-apa selain pujian orang-orang kepadanya. Di akhirat nanti tiada pahalanya”. (12. Dha’if {lemah}. Akan tetapi sebenarnya perkataan tersebut bukanlah Hadits, namun hanya sekedar ucapan dari ahli bijak sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Hajar Al-Haitsami dalam Az-Zawajir {1/69})

ﷲ  subhanahu wataala befirman :

“Dan kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan.” (QS.25 Al-Furqon, Ayat: 23)


Allahu A’lam Bishowab…   
Dosa Paling Besar Yaitu Syirik Kepada Allah _ Al Kabair (Imam Adz-Dzahabi)

Editor Penulis Admin.

1 Response to "Dosa Paling Besar Yaitu Syirik Kepada Allah "

Mohon berkomentar dengan bijak dan sesuai dengan isi konten, jangan memberikan link aktif, fasilitas yang tersedia ini tidak untuk dijadikan perdebatan / permusuhan.

Jika melanggar peraturan komentar akan saya hapus secara permanen!

cintaisunnah

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel