Cintai Sunnah Dengan Mengenal Dosa - Dosa Besar



Segala puji bagi  ﷲ  Tuhan yang menguasai seluruh jagat raya dan mengatur seluruh alam semesta ini, dengan kehendaknya kita hidup, dengan kehendaknya pula kita Mati. Shalawat serta salam semoga tetap terlimpahkan kepada junjungan nabi besar muhammad ﷺ dan juga kepada keluarganya, sahabatnya, kepada seluruh pengikutnya yang mengerjakan syariat Islam diatas sunnah dan mampu untuk melaksanakan perintah ﷲ dan menjalankan apa yang ajarkan oleh Rasulullah  ﷺ. 

Sebagai pengantar dalam mempelajari syariat Islam kita juga harus mengenal berbagai dosa-dosa besar (Kabair) karena dengan mengenal apa-apa yang dilarang oleh ﷲ kita dapat menjauhi dari perbuatan maksiat dan tentunya terhindar dari siksa api neraka.

Istilah kabair adalah semua apa yang dilarang oleh ﷲ dan Rasulullah telah tercantum di dalam  Al-Quran dan As-Sunnah serta menurut pendapat dari kalangan para Salafus Shalih.

ﷲ Subhanahu wataala telah menjamin bagi siapa yang menjauhi dosa-dosa besar dan perkara-perkara yang dilarang dan diharamkan serta dapat menjauhkan terkabulnya doa segala perbuatan yang disebabkan karena dosa-dosa yang telah dilakukannya, maka ﷲ akan mengampuni semua perbuatan dari dosa-dosa kecilnya yang telah dilakukannya.

ﷲ  Subhanahu wataala berfirman :
إِنْ تَجْتَنِبُوا كَبَائِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَنُدْخِلْكُمْ مُدْخَلًا كَرِيمًا
“Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar diantara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga).” (QS.4 Anisa ayat 31)

Bahwa berdasarkan Nash dari kandungan isi di atas, ﷲ menjamin surga bagi siapa yang menjauhi dosa-dosa besar. 

ﷲ  Subhanahu wataala berfirman :
وَالَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبَائِرَ الإثْمِ وَالْفَوَاحِشَ وَإِذَا مَا غَضِبُوا هُمْ يَغْفِرُونَ
“Dan bagi orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji, dan apabila mereka marah mereka memberi maaf”. (QS.42 As-Syura ayat 37)

الَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبَائِرَ الإثْمِ وَالْفَوَاحِشَ إِلا اللَّمَمَ إِنَّ رَبَّكَ وَاسِعُ الْمَغْفِرَةِ
“Yaitu orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya robbmu maha luas ampunannya”. (QS.53 An-Najm ayat 32)

Rasulullah ﷺ bersabda :

“Salat lima waktu, salat Jumat dan puasa Romadhon menghapuskan dosa-dosa yang dilakukan di sela-selaNya jika dosa-dosa besar telah dijauhi.”1 (Shahih diriwayatkan oleh Ahmad 2/359.400, Muslim 233, At-Tirmidzi 214, Ibnu Majah 1086, Ibnu Khuzaimah 314, dan Ibnu Hibban 1733 ; dari Abu Hurairah). 

Dari sini kita dapat memahami apa yang termasuk bagian dari dosa-dosa besar (Kabair) agar kita umat islam dapat menjauhi semua dosa-dosa besar menurut syariat Islam. Sedangkan para ulama rohimahumullah berbeda pendapat di dalam menyimpulkan dan memutuskannya. Bahwa ada yang mengatakan tentang (kabair)  itu tujuh, berdasarkan pada sabda Nabi ﷺ

“Jauhilah tujuh perkara yang merusak!" lalu beliau menyebutkan "Syirik kepada Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah kecuali karena alasan yang dibenarkan, memakan harta anak yatim, memakan riba, meninggalkan medan perang, dan menuduh wanita mukminah baik-baik telah berzina.”2 (Shahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhori 2766.5764, Muslim 89, Abu Awanah 1/54, dan An-Nasa’I 6/257. Dari Abu Hurairah).

Ibnu Abbas Radliyallaahu anhu berkata : " kabair itu jumlahnya lebih dekat kepada tujuh puluh dari pada kepada tujuh."3 (Isnadnya Shahih. Diriwayatkan oleh Abdurrazaq 19702, Ibnu Jarir 9209, dan Al-Baihaqi dalam Asy-Syu’ab (Syu’ab Al-Iman 290. Semua perawinya terpercaya tsiqah).

Di dalam kitab ini (Al-kabair) menyampaikan bahwa ucapan ibnu abbas di atas adalah benar adanya 4 (itu merupakan perkataan Adz-Dzahabi. Dia sendiri adalah tokoh terkemuka pada abad ketujuh Hijriyah. Lalu bagaimana kiranya komentar Imam Adz-Dzahabi bila hidup ditengah kita sekarang ini, setelah beliau rentang tahun sebanyak rentang waktu antara dirinya dan ibnu Abbas?!) . Dan Hadits sebelumnya tidaklah membatasi tentang berapa jumlah kabair.  Dan pendapat yang benar yang dilandasi dengan dalil yang telah menyebutkan pada hakikatnya bahwa siapapun yang telah melakukan suatu perbuatan dosa-dosa yang memiliki had di dunia antara lain: Membunuh, berzina, mencuri, atau yang pelakunya mendapatkan ancaman, kemurkaan, serta laknat nabi Muhammad ﷺ di akhirat, maka perbuatan termasuk ke dalam dosa-dosa besar (Kabair). Bahwa segala sesuatu harus dapat diterima pula bahwa Kabair yang satu bisa lebih besar dibandingkan Kabair yang lainnya.  Demikianlah Rasulullah ﷺ menganggap bahwa syirik (menyekutukan ﷲ) sebagai salah satu kabair, dan pelakunya kekal nanti di neraka dan tidak akan diampuni selama-lamanya. 

ﷲ  Subhanahu wataala berfirman :

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذلِكَ لِمَنْ يَشاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرى إِثْماً عَظِيماً
"Sesungguhnya Allah tidak akan yang mengampuni dosa syirik, dan dia mengampuni segala dosa selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang kehendaknya." (QS. An-Nahl : Ayat 48 dan 116)

Allahu A’lam Bishowab…
Diambil dari Rujukan :   Dosa – Dosa Besar oleh Imam Adz-

Dzahabi

2 Responses to "Cintai Sunnah Dengan Mengenal Dosa - Dosa Besar"

  1. Terimakasih mas sulton, artikelnya sangat bermanfaat dan menambah pengetahuan saya (y)

    ReplyDelete
  2. sama-sama mas. semoga bisa bermanfaat bagi yang lain. Barakallahu fiikum

    ReplyDelete

Mohon berkomentar dengan bijak dan sesuai dengan isi konten, jangan memberikan link aktif, fasilitas yang tersedia ini tidak untuk dijadikan perdebatan / permusuhan.

Jika melanggar peraturan komentar akan saya hapus secara permanen!

cintaisunnah

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel