Hal – hal yang Membatalkan Puasa Menurut Al-Quran dan Hadits


Pembatal Puasa


Dengan menyebut nama   atas segala kebesaran dan keagungannya, kepada-Nya kami memuji, selalu meminta pertolongan dan ampunan hanya pada-Nya, kami berlindung kepada    dari segala kejahatan jiwa, serta atas segala keburukan tingkah laku kami. Sesungguhnya barangsiapa yang diberi pertolongan oleh-Nya, maka tidak ada yang dapat menyesatkanya, sedikitpun tidak ada yang bisa menandingi kebesaran dan keagungan-Nya, dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka tidak ada satupun yang dapat menolongnya. Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain    dan tiada sekutu bagi-Nya. Dan saya bersaksi bahwa Rasulullah    itu adalah utusan dan hamba  Amma Ba’du.


Sebagai permulaan dari Mukaddimah ini, penulis ingin mengawali satu firman     Azza wa Jalla, pada Surah Ali Imran ayat 102, yang merangkan bahwa    menyeru pada umatnya (Orang yang beriman) yang meyakini atas kebesaran dan keagungan-Nya, bahwa sesungguhnya kita semua disuruh untuk bertakwa kepadanya dengan sebenar benarnya Takwa kepada   , dan sesungguhnya kita semua dilarang mati dalam keadaan tidak beriman kepada    dan    Rasulullah, kecuali kita sekalian dalam keadaan beragama islam.

Pada pembahasan ini, kita masih melanjutkan pembahasan tentang Bab Puasa. Dan insya Allah isi materi kita pada kesempatan ini yaitu belajar bersama tentang Hal – hal apa sajakah yang dikatakan sebagai pembatal puasa itu.


 1. Jima’ (hubungan badan atau bersenggama dengan istrinya)
Keadaan ini jelas dilarang oleh    karena kegiatan ini jelas-jelas akan membatalkan puasa kita, terlebih lagi melakukan aktifitas ini pada siang hari di bulan Ramadhan.

Maka, ketika seseorang berpuasa dan melakukan Jima’, maka hukum puasanya adalah batal.

Apalagi hal ini dilakukan di siang hari Ramadhan. Seseorang yang melakukan aktifitas ini dihukumi oleh    baginya untuk berkewajiban membayar “kafarat” berpuasa selama dua bulan (2 bulan) setelah Ramadhan berturut – turut tanpa ada 1hari pun tidak berpuasa. Jika terdapat sehari dia tidak berpuasa, maka baginya harus mengulang puasa dari awal lagi selama 2 bulan (sekitar 60 hari).

Adapun jika tidak sanggup, maka baginya harus membebaskan 1 orang budak selama 2 bulan (memberi makan sebanyak 60 fakir miskin). Namun demikian, jika berpuasa tidak wajib baginya, seperti seseorang yang sedang bersafar (menempuh suatu perjalanan) dan dia berjima’ dengan istrinya ketika sedang berpuasa, dia harus mengganti puasanya (Menqodho puasa diluar bulan Ramadhan untuk mengganti puasa yang dia tinggalkan) dan tidak wajib membayar kafarat tersebut.    


    2.  Keluarnya Mani
Keadaan ini bisa saja terjadi pada diri seseorang ketika sedang bercumbu, berciuman, berpelukan mesra dengan istrinya. Akan tetapi jika seseorang mencium istrinya dan tidak mengeluarkan mani, karena mampu menjaga syahwatnya maka keadaan ini tidak membatalkan puasanya.


    3.  Makan dan Minum
Zat makanan dan minuman ketika memasuki kedalam tubuhnya pada seseorang yang sedang melakukan puasa, maka hukum puasanya adalah batal. Bisa saja terjadi pada perantara jalan dari mulut atau hidung, tergantung apa yang dimakan dan diminumnya. Tidak bolehnya seseorang puasa tetapi dia sedang menghisap rokok (bukhoor) karena asap dan perantara rokok ini akan memasuki tubuhnya, karena asap adalah zat. Namun beda dengan suatu keadaan seseorang yang mencium wewangian dan parfum, maka baginya tidak mengapa.


    4.  Apapun yang menyerupai makan dan minum
Mungkin dapat dicontohkan adalah infus dan suplemen makanan ataupun vitamin untuk menguatkan tubuhnya agar tidak lemas, yang kesemua itu adalah berfungsi sebagai makanan ataupun minuman tambahan. Namun untuk suntikan yang tidak tergolong zat atau bahan makanan, insya Allah tidak membatalkan puasa seseorang, tanpa memandang apakah  yang sedang dimasukkan kedalam tubuhnya baik itu melalui pembuluh darah ataupun urat/otot.


  5. Mengeluarkan darah karena sedang melakukan Hijamah (pengobatan Bekam)
Menurut Qiyas, segala apapun yang bentuknya keluarnya darah dikarenakan dengan unsur sengaja, yang mempengaruhi keadaan tubuh seseorang seperti saat sedang melakukan Bekam, maka hokum puasanya adalah Batal.

Adapun jika keluarnya  darah adalah sebagian kecil dan sangat sedikit sekali karena atas pemeriksaan dokter dalam arti ini dilakukan suntik untuk pengobatan bagi kesehatannya, maka baginya puasa yang dia lakukan tidak batal. Karena dalam keadaan ini, tidak mempengaruhi tubuh dengan melemahkan (kondisi) seperti pada aktifitas bekam pada umumnya.  


    6.  Muntah - muntah
Keadaan ini sangat dilarang, apalagi dengan unsur kesengajaan. Bisa saja seseorang memaksa memuntahkan makanan dan minuman dari perutnya dengan cara memasukkan sesuatu kedalam mulutnya. Jelas hukum puasanya adalah Batal.


   7. Keluarnya darah yang ditimbulkan dari seseorang saat sedang mengalami Menstruasi dan Nifas maka seseorang ini tidak diperkenankan baginya untuk berpuasa.


Dari penjelasan diatas, dapat diambil suatu kesimpulan bahwa :
Orang yang berpuasa tidak batal puasanya karena adanya sebab-sebab diatas kecuali baginya terlebih dahulu menemui tiga keadaan.
1. Dia harus mengetahui hukumnya dan kapan suatu hukum itu berlaku atas dirinya.
2. Dia harus dalam keadaan sadar (tidak sedang lupa karena adanya unsur kealpaan)
3.  Dia melakukan dengan keadaan punya niat serta keinginan.


Seseorang yang sedang Bekam dan tidak menyadari hokum bekam dapat membatalkan puasa, maka hokum puasanya tetap sah, karena keadaan seseorang itu tidak mengetahui hukumnya.


Landasan hukum berdasarkan Al-Quran dan hadits

Keadaan puasanya seseorang saat sedang Bekam

Keadaan puasanya seseorang saat sedang Lupa

Berdasarkan Hadits Shahih, Puasanya Seseorang yang Sedang Lupa




Allahu A’lam Bishowab…   

Pelajaran Mengenai Puasa – Syaikh Al Utsaimin

0 Response to "Hal – hal yang Membatalkan Puasa Menurut Al-Quran dan Hadits"

Post a Comment

Mohon berkomentar dengan bijak dan sesuai dengan isi konten, jangan memberikan link aktif, fasilitas yang tersedia ini tidak untuk dijadikan perdebatan / permusuhan.

Jika melanggar peraturan komentar akan saya hapus secara permanen!

cintaisunnah

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel