Belajar Memahami Hukum, Hikmah, dan Manfaat Berpuasa Menurut Al-Quran dan Hadits

       
cintai sunnah

Sekian lama kita menanti kapan datangnya bulan penuh keberkahan dan ampunan ini, dan Alhamdulillah bulan Ramadhan kali ini akan datang sebentar lagi beberapa hari lagi.  Dengan mengucapkan syukur Alhamdulillah atas segala nikmat dan inayah yang telah   berikan kepada kita sehingga kita senantiasa berada dalam lindungannya untuk tetap menegakkan dan menjalankan agama islam ini dengan penuh keyakinan dan keihlasan. Allahuma Aamiin…

Shalawat serta salam semoga tetap terlimpahkan atas junjungan nabi besar kita Rasulullah  ﷺ  yang telah menuntun kita kepada jalan ilmu Agama  ﷲ  yang benar sesuai firmanNya. Semoga keluarga dan para sahabatnya diangkat derajatnya oleh Allah pada kedudukan derajat yang mulia dan agung di sisi Rabbul Alamin. 

Pada Pagi yang cerah ini layaknya burung-burung bersenandung merdu berkicau diatas dedahan dan ranting-ranting pohon yang rindang. Izinkanlah kami berbagi pelajaran-pelajaran yang insya  kita semua sangat membutuhkannya sebagai sesama umat muslim untuk selalu taat pada agama ini dengan tetap memegang syariat dan hukum islam. Sesungguhnya hanya Allah Rabb yang kita sembah tidak ada selainnya, dan Rasulullah adalah utusan .


  1. Memahami Hukum Tentang Puasa 
       Berpuasa pada bulan suci Ramadhan adalah perkara yang wajib bagi setiap muslim baik laki-laki maupun perempuan (Baligh) sesuai dengan ketetapan yang telah ditetapkan dalam Kitabullah, Sunnah Rasul-Nya dan menurut ijma kaum Muslimin. 

 telah berfirman :



Belajar Memahami Hukum, Hikmah, dan manfaat Berpuasa Perintah Berpuasa (QS. aL-Baqarah : 183)
Perintah Berpuasa (QS. Al-Baqarah : 183)

Belajar Memahami Hukum, Hikmah, dan Manfaat Berpuasa. Perintah Berpuasa (QS. Al-Baqarah : 184)
Perintah Berpuasa (QS. Al-Baqarah : 184)



Belajar Memahami Hukum, Hikmah, dan Manfaat Berpuasa. Perintah Berpuasa di Bulan Ramadhan (QS. Al-Baqarah : 185)
Perintah Berpuasa di Bulan Ramadhan (QS. Al-Baqarah : 185)

Belajar Memahami hukum, hikmah, dan manfaat Berpuasa. Hadits Shahih Tentang Shalat, Zakat, Haji, dan Berpuasa di Bulan Ramadhan
Hadits Shahih Tentang Shalat, Zakat, Haji, dan Berpuasa di Bulan Ramadhan

Juga dalam riwayat lain pada Shahih Muslim : “…Berpuasa pada bulan Ramadhan  dan mengerjakan haji ke Baitullah.”2 (Shahih Muslim Kitab Iman 16)


Dari semua kalangan kaum muslimin telah sepakat, bahwa mengenai akan perintah wajibnya menjalankan puasa di bulan Ramadhan, maka dengan hal ini berangsiapa yang tidak melaksanakan apa yang diperintahkan untuk menjalankan syariat ini, apalagi mengingkari dan menolak  kewajiban untuk berpuasa di bulan Ramadhan, maka telah murtad, dan dihukumi kafir, dan harus bertobat memohon ampunan Allah. Dan jika dia bertaubat dan menyepakati kewajiban atas syariat berpuasa, maka dapat dimaafkan. 


Puasa pada bulan yang Agung yaitu pada bulan Ramadhan diwajibkan setelah tahun kedua hijriyah. Maka Rasulullah selama hidupnya berpuasa Sembilan kali. 


Anjuran dan perintah untuk berpuasa adalah wajib bagi setiap Muslim yang telah sampai berusia baligh (cukup umur dan telah mencapai usia pubertas). Dengan adanya hal ini, puasa tidak wajib atas sekelompok orang atau orang-orang kafir, juga tidak akan diterima amalannya  sampai seseorang itu mengucapkan dua kalimat syahadat dan dia masuk islam. Tidak juga diwajibkan pada anak-anak yang belum berusia baligh. Dikatakan seorang anak-anak telah mencapai usia akil baligh jika telah mencapai usia sekitar 15 tahun yang disertai tanda-tanda telah tumbuh rambut kemaluannya, atau juga bisa dikatakan keluarnya air mani saat dia sedang tidur, sedangkan dikatakan seorang anak perempuan telah mencapai usia akil baligh ketika anak perempuan ini telah mengalami suatu keadaan dimana dia menstruasi. Maka jika keadaan yang telah disebutkan itu terdapat tanda-tanda dan mengalami keadaan itu maka dia telah dikatakan akil baligh dan sesuai anjuran perintah islam baginya wajib untuk menjalankan puasa jika beragama islam.


Pada dasarnya, anak-anak dengan usia dibawah akil baligh alangkah baiknya jika orang tuanya mendidik dengan melatih anaknya agar dalam kemudian hari jika sudah akil baligh, mereka akan terbiasa untuk menjalankan syariat islam ini, karena hal ini adalah perintah bagi yang sudah berumur baliqh dan mereka yang beriman.


Inilah islam yang selalu memberikan kemudahan dan keringanan bagi pemeluknya yang pada dasarnya seseorang di wajibkan untuk berpuasa, akan tetapi kondisi seseorang itu sedang mengalami kehilangan kesadaran, apakah karena gangguan fikiran (Kegilaan), sedang mengalami operasi otak, dan lain-lain yang tentunya semua itu atas udzur syar’I yang dibebaskan atau seseorang itu harus mengganti jika ada kemungkinan penyakitnya tersebut dapat sembuh (penyakit ringan : panas, batuk, pilek, tipes, demam berdarah, dll). Akan tetapi jika keadaanya sedang dalam kehilangan kesadaran dan tidak mampu megenali dirinya sendiri, maka baginya tidak wajib berpuasa atau memberi makan orang miskin (sebagai kafarat).   

2.  Memahami Hikmah dan Manfaat dari Berpuasa 

        Kita telah mengenal salah satu Asma / sifat Allah adalah Al-Hakim yang artinya Maha Bijaksana. Dan Al-Hakim disini juga memilki karekteristik Hikmah. Adapun Hikmah disini mengandung arti : Memperlakukan sesuatu keadaann / perkara dengan jalan yang benar dan tepat sesuai pada keadaan tempatnya. Adapun nama ini mengharuskan bahwa segala sesuatu yang telah Allah ciptakan dan telah di syari’atkannya adalah dengan hikmah yang amat besar. Barangsiapa yang memahami, menyadarinya meraka akan mengetahuinya, dan barangsiapa yang tidak dapat memahami, menyadarinya maka keadaan meraka ini tidak mengetahuinya.  


Perintah berpuasa untuk melaksanakannya telah  tetapkan dan telah di wajibkan atas  kita sebagai seorang mukmin dengan hikmah didalamnya yang begitu besar dan luar biasa manfaat yang terkandung di dalamnya. 


Dan diantara Hikmah itu adalah :  Dengan melaksanakan puasa merupakan sarana ibadah bagi kita untuk senantiasa  mengingat perintahnya dan menjauhi segala larangannya, dimana keadaan kita tidak makan, minum, muntah yang disengaja, dan tidak melakukan Jima’ (hubungan badan disaat sedang puasa). Hal ini kita sadar untuk tidak melakukan perbuatan sebagaimana mestinya karena pada saat itu kita sedang dalam berpuasa. Dengan melakukan semua itu menunjukkan secara lahiriah, bahwa hamba telah memilih dari segala apa yang dicintai oleh Tuhannya () lebih dari apa yang sedang dicintainya, sebagaiman hamba tersebut sangat menginginkan dan memilih kehidupan akhirat dari pada kehidupan didunia yang sangat singkat ini.


Hikmah menjalankan puasa juga merupakan sarana bagi kita untuk meraih ketakwaan, karena dengan seseorang melaksanakan perintah berpuasa maka seseorang hamba ini telah mentaati perintah-Nya dan telah menjauhi segala apa yang dilarangnya. Dan ini adalah tujuan yang begitu besar dibalik hikmah berpuasa. Tujuan seseorang berpuasa tidaklah semata-mata untuk menyiksa dirinya, melainkan menyurhnya untuk sementara meninggalkan makanan, minuman dan tidak melakukan  Jima’ dalam rangka menghormati bulan suci Ramadhan.
Belajar memahami Hukum, Hikmah, dan manfaat berpuasa. Hadits Shahih Bukhari Muslim (Meninggalkan Perkataan Dusta saat Berpuasa)
Hadits Shahih Bukhari Muslim (Meninggalkan Perkataan Dusta saat Berpuasa)

Ucapan yang keluar dari mulut seseorang dengan perkataan dusta yang telah dilarang seperti dia telah berbohong, membicarakan seseorang (ghibah), dan mengumpat, adapun perbuatan-perbuatan lainnya yang dilarang seperti melanggar (hak-hak) orang, berkhianat (berdusta), berbohong, memukul seseorang, merampas milik seseorang, dan sebagainya. Dan termasuk dalam keadaan ini yaitu seseorang mendengarkan sesuatu yang dilarang untuk tidak boleh didengarkannya, nyanyian-nyanyian yang terlarang yang didalamnya terdapat bunyi dan alunan yang menyelisihi syari’at (musik). Dan semua itu adalah bentuk dari kejahilan dan kebodohan karena telah berusaha dan mempergunakan tidak sesuai dengan petunjuk agama islam dalam perkataan dan perbuatan pada suatu keadaan.    
  
Oleh karena itu ketika ada seseorang telah menjalankan perintah puasa dan memenuhi syarat-syarat yang ada pada Al-Quran dan Hadits, puasanya dapat menjadikannya manfaat untuk bisa melatih jiwanya, serta akhlak seseorang itu dapat menjadi baik dengan perilaku yang baik pula. Dengan berharap tidak cukup pada saat Ramadhan saja, kebiasaan baiknya dapat dilanjutkan pada bulan-bulan setelahnya agar benar-benar dapat membawa manfaat dan merubah jiwanya, akhlaknya, serta kebiasaan yang baik dan bermanfaat bagi diri sendiri dan juga bermanfaat bagi orang lain.  

Dengan hikmah menjalankan puasa adalah seseorang dapat memiliki sesuatu yang tidak tersadarkan akan kebesaran pemberian  kepada seorang hambanya menjadikan seorang hamba itu dapat dengan mudah memperoleh sesuatu yang dia inginkan dari pemberian makanan dan minuman, dan membina rumah tangga dari yang  perintahkan dalam agam islam. Dengan adanya ini, mereka dapat bersyukur dari segala yang telah diberikan padanya, mengingat terdapat juga kaum atau saudara yang lainnya dalam keadaan miskin yang serba kekurangan dalam menjani kehidupan didunia ini. Sehingga memunculkan sifat dermawan (suka memberi), bershodaqoh kepada para fakir miskin, dan yang sedang membutuhkan bantuannya tersebut.


Akhir kesimpulan hikmah berpuasa adalah dapat melatih kesabaran, serta dapat menolong jiwa dan raganya dari keadaan berbuat maksiat, dan dapat membimbing pada kebaikan bagi jiwa dan raganya, serta menjadikannya bahagia dalam kehidupan didunia dan kelak diberikan kebahagiaan di akhirat. Selain itu hikmah menjalankan puasa juga dapat menjaga kesehatan lebih baik, dengan istirahat yang cukup dan dapat mengeluarkan zat-zat yang dapat membahayakan bagi kesehatan. 


Allahu A'lam Bishowab...


Pelajaran Mengenai Puasa – Syaikh Al Utsaimin


0 Response to "Belajar Memahami Hukum, Hikmah, dan Manfaat Berpuasa Menurut Al-Quran dan Hadits"

Post a Comment

Mohon berkomentar dengan bijak dan sesuai dengan isi konten, jangan memberikan link aktif, fasilitas yang tersedia ini tidak untuk dijadikan perdebatan / permusuhan.

Jika melanggar peraturan komentar akan saya hapus secara permanen!

cintaisunnah

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel