Agama Islam Dalam Memandang Pergaulan Suami Istri


Do'a Mengharapkan Kebaikan Sifat Untuk Istri
Anjuran islam pada seorang pengantin dalam pergaulan terhadap Suami Istrinya 
1. Bertutur santun dan penuh rasa kasih sayang terhadap suami istri saat sedang bersama adalah sesuatu yang sangat di puji oleh Allah Azza wa Jalla. Nabi Shallalaahu alaihi wa Sallam selalu mengajarkan kepada kita agar saat bercanda, tertawa, dan kasih sayang terhadap istri dengan penuh rasa cinta. 


2. Dengan cara meletakkan tangan kita di atas kepala istri, serta memohonkan Do’a untuknya.

Nabi Shallalaahu alaihi wa Sallam bersabda :
“ Apabila salah satu diantara kaumku menikahi seorang wanita pilihannya, maka hendaklah suami itu memegang ubun-ubunnya (kepalanya), dan melanjutkan dengan mengucap bacaan bismillah lalu berdo’alah memohon berkah kepada Allah, serta mengucapkan do’a yang di ajarkan oleh Rasulullah, yaitu :

Do'a Mengharapkan Kebaikan Sifat Untuk Istri
Do'a Kebaikan Sifat Untuk Istri


3. Di anjurkan bagi pasangan mempelai terlebih dahulu memulai kegiatannya dengan melakukan Shalat dua raka’at bersama, karena hal ini seperti apa yang dilakukan dari kalangan salaf terdahulu.


4. Ucapkanlah basmallah terlebih dahulu sebelum melakukan aktifitas Jima’ berhubungan dengan Istri.

Nabi Shallalaahu alaihi wa Sallam bersabda :
“Jika diantara kalian sekiranya ingin melakukan senggama kepada istrinya, maka bacalah :

Do'a Sebelum Melakukan Jima' Atau Bersetubuh Menurut Islam
Do'a Sebelum Melakukan Jima'


5. Jika keadaan itu seorang suami ingin melakukan senggama lagi, dianjurkan agar berwudhu terlebih dahulu sebelum memulai kembali.

Nabi Shallalaahu alaihi wa Sallam bersabda :
“Apabila salah seorang kamu telah bersetubuh dengan istrinya, lalu ingin mengulanginya kembali maka hendaklah ia berwudhu”. (HR. Muslim).


6. Dianjurkan dan disunnahkan untuk keduanya suami istri mengambil wudhu sebelum keduanya tidur setelah melakukan jima’.  

Di dalam Hadits Aisyah menuturkan bahwa :
”Adalah Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam apabila beliau hendak makan atau tidur sedangkan ia junub, maka beliau mencuci kemaluannya dan berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat” (Muttafaq’alaih).


7. Agama Islam menghukumi haram bagi seorang suami yang menyetubuhi istrinya dari jalan belakang (duburnya) atau dalam keadaan istri sedang dalam keadaan haid.

Nabi Shallalaahu alaihi wa Sallam bersabda :
Barangsiapa yang melakukan persetubuhan terhadap wanita haid atau wanita pada duburnya, atau datang kepada dukun (tukang sihir) lalu membenarkan apa yang dikatakannya, maka sesungguhnya ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad”. (HR. Al-Arba`ah dan dishahihkan oleh Al-Albani).


8. Islam menghukumi haram bagi pasangan suami istri yang menyebarkan dan menceritakan rahasia hubungan keduanya.

Nabi Shallalaahu alaihi wa Sallam bersabda :
“SesungguhNya manusia yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari Kiamat adalah orang lelaki yang berhubungan dengan istrinya (jima`), kemudian ia menyebarkan rahasianya”. (HR. Muslim).


9. Hendaknya suami istri dapat saling bergaul dengan sebaik-baiknya, dan melaksanakan kewajibannya masing-masing dari apa yang Allah telah perintahkan kepada keduanya.

Allah Subhanahu wa Ta'ala telah berfirman yang artinya: “…Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma`ruf”. (Al-Baqarah: 228).


10.Hendaklah seorang suami dalam tutur kata dan sikapnya berlaku lembut terhadap istrinya, dan begitu sebaliknya seorang suami di tuntut untuk mengajarkan sesuatu yang dianggap perlu lebih-lebih dalam mengajarkan ilmu agamanya serta menekankan apa-apa yang telah diwajibkan Allah Azza wa Jalla terhadapnya.

Nabi Shallalaahu alaihi wa Sallam bersabda :
“Ingatlah, berpesan baiklah selalu kepada istri, karena sesungguhnya mereka adalah tawanan disisi kalian....” (HR. Turmudzi dan dishahihkan oleh Al-Albani).


11. Hendaklah seorang istri selalu taat dan patuh kepada suaminya sesuai kemampuannya asal tidak dalam keadaan kemaksiatan, dan hendaknya tidak mematuhi siapapun dari sebagian atau seseorang yang tidak disukai oleh suaminya yang bertentangan dengan kehendaknya, tidak boleh menerima tamu laki-laki yang bukan muhrimnya di tempat tinggal suami, serta hendaknya istri tidak boleh menolak ajakan suaminya saat sedang membutuhkannya untuk melakukan jima’.

Nabi Shallalaahu alaihi wa Sallam bersabda :
“Apabila suami mengajak istrinya ke tempat tidurnya lalu ia tidak memenuhi ajakannya, lalu sang suami tidur dalam keadaan marah kepadanya, maka malaikat melaknat wanita tersebut hingga pagi”. (Muttafaq alaih).


12. Hendaklah seorang suami yang memiliki lebih dari satu istri dapat berlaku adil terhadap istri-istrinya di dalam perkara-perkara yang memang seharusnya bertindak adil.

Nabi Shallalaahu alaihi wa Sallam bersabda :
“Barangsiapa mempunyai dua istri, lalu ia lebih cenderung kepada salah satunya, niscaya ia datang di hari Kiamat kelak dalam keadaan sebelah badannya miring”. (HR. Abu Daud).


Allahu A'lam Bishowab...

Etika Muslim Sehari-hari – Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz (Mufti Umum Kerajaan Saudi Arabia)

4 Responses to "Agama Islam Dalam Memandang Pergaulan Suami Istri"

  1. Artikel yang bagus dan sangat bermanfaat bagi saya dan untuk para pembaca

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga bermanfaat dan membawa banyak kebaikan untuk saudaraku

      Delete
  2. Berumah tangga tanpai disertai ilmu agama, ibarat manusia yang tidak memakai pakaian

    ReplyDelete

Mohon berkomentar dengan bijak dan sesuai dengan isi konten, jangan memberikan link aktif, fasilitas yang tersedia ini tidak untuk dijadikan perdebatan / permusuhan.

Jika melanggar peraturan komentar akan saya hapus secara permanen!

cintaisunnah

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel