Surah An – Naba’ dan Al - Qiyamah Tentang Berita Besar


بسم الله الرّحمن الرّحيم

Mendengar dan ingin memahami, serta mengkaji bahwasanya Allah Azza wa Jalla akan membangkitkan makhluk ciptaannya (manusia), hati ini semakin takut akan besarnya kesalahan dan dosa-dosa yang telah kita lakukan dan kita perbuat selama menjalani hidup di dunia yang sebentar ini.  Sebagai makhluk ciptaan Allah kita mengenal agama (Islam) dan kita percaya sepenuhnya atas apa yang sudah di sampaikan melalui firmannya kalamullah (Al-Qur’an) dan apa yang sudah disampaikan oleh nabi Rasulullah   (Hadits). 

Asbabun Nuzul Ayat 1 – 2
Ibnu Jarir dan Ibnu Hatim meriwayatkan dari al-hasan yang berkata, “ketika Muhammad . Diutus sebagai rosul mereka (orang-orang kafir) bertanya tentang berita yang dibawa rasul (Qiyamah). 
  
Dilansir dari Buku Tafsir Ibnu Katsir karya Ibnu Katsir, pada Juz ke 30 dari surat An – Naba (Berita Besar) dan Juz ke 29 dari surat Al-Qiyamah yang menceritakan sangat detail tentang berita besar bahwasanya Allah Azza wa Jalla akan membangkitkan makhluk ciptaannya yaitu manusia setelah berlangsungnya hari kiamat nanti. 

Sumber : soundcloud.com 


Allah berfirman, mengingkari orang-orang musyrik karena mereka saling bertanya tentang hari kiamat dengan rasa tidak percaya akan kejadiannya.

{عَمَّ يَتَسَاءَلُونَ عَنِ النَّبَإِ الْعَظِيمِ}

Tentang apakah mereka saling bertanya? Tentang berita yang besar. (An-Naba: 1-2)
Yakni apakah yang dipertanyakan mereka? Tentang hari kiamat, yaitu berita yang besar, yakni berita yang amat besar, amat mengerikan, lagi amat mengejutkan.


Qatadah dan Ibnu Zaid  mengatakan bahwa yang dimaksud dengan berita besar ini ialah hari kebangkitan sesudah mati.

{الَّذِي هُمْ فِيهِ مُخْتَلِفُونَ}

yang mereka perselisihkan tentang ini. (An-Naba: 3)
Manusia dalam hal ini ada dua macam, ada yang beriman kepadanya dan ada yang kafir. Kemudian Allah dalam firman berikutnya mengancam orang-orang yang ingkar dengan adanya hari kiamat.


Naudzu billah…


 menjelaskan dalam ayat 3 surat An – Naba, bahwasanya manusia itu ada dua macam : ada manusia yang beriman percaya dengan syariat-syariat islam, percaya atas ketetapan , percaya dan apa yang disampaikan dalam firmannya, serta percaya dan yakin apa yang sudah disampaikan oleh Nabi-nabi dan Rasul-rasulnya dengan mempelajari pada hukum Allah Swt. Dan adapula manusia yang tidak beriman (kafir) yang jelas-jelas disini mengingkari semua apa yang  sampaikan dalam firmannya serta mengingkari apa yang disampaikan oleh para nabi-nabi dan rasul-rosul Allah. 

Sumber : seekerselite.com


Ibnu Mas’ud berkata :  “Yakin adalah keimanan yang menyeluruh”. 
Ini merupakan peringatan yang tegas dan ancaman yang keras. Kemudian Allah menjelaskan tentang kekuasaan-Nya yang besar melalui ciptaan-Nya terhadap segala sesuatu yang besar lagi menakjubkan, yang semuanya itu menunjukkan kekuasaan-Nya atas segala sesuatu yang dikehendaki-Nya, termasuk masalah hari berbangkit dan lain-lainnya.  
Oleh karena itulah maka disebutkan:

{لَا أُقْسِمُ بِيَوْمِ الْقِيَامَةِ وَلا أُقْسِمُ بِالنَّفْسِ اللَّوَّامَةِ}

Aku bersumpah dengan hari kiamat, dan Aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri). (Al-Qiyamah: 1-2)

Mengenai hari kiamat, telah dikenal; tetapi jiwa yang amat menyesali, maka menurut Qurrah ibnu Khalid dari Al-Hasan Al-Basri sehubungan dengan makna ayat ini, "Sesungguhnya orang mukmin itu, demi Allah, menurut penilaian kami tiada lain amat menyesali dirinya sendiri dan mencelanya, 'Aku tidak bermaksud dengan kalimatku, aku tidak bermaksud dengan makananku, dan aku tidak bermaksud dengan bisikan jiwaku,' yakni hal-hal yang berdosa. Tetapi sesungguhnya orang yang pendurhaka melaju terus dalam kedurhakaannya setapak demi setapak tanpa menyesali dirinya sendiri."



Juwaibir mengatakan bahwa telah sampai kepada kami dari Al-Hasan, bahwa ia mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: dan Aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri). (Al-Qiyamah: 2) Bahwa tiada seorang pun dari penduduk langit maupun penduduk bumi, melainkan menyesali dirinya sendiri di hari kiamat nanti.

Bahwa setiap orang menyesali perbuatan baik atau buruknya, dan  ia mengatakan seandainya aku melakukan anu dan anu. Ibnu Jarir meriwayatkan ini dari Abu Kuraib, dari Waki', dari Israil dengan sanad yang sama.


Sahabat Ali ibnu Abu Talhah telah ikut meriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, sehubungan dengan maksud al-lawwamah, yang dimaksud ialah jiwa yang tercela. Qatadah mengatakan jiwa yang pendurhaka. Ibnu Jarir mengatakan bahwa semua pendapat di atas saling berdekatan pengertiannya. Tetapi yang lebih mirip dengan makna lahiriah ayat ialah jiwa yang amat menyesali dirinya atas perbuatan baik dan buruknya, dan menyesali yang telah silam.

Begitulah kabar yang besar telah  sampaikan kepada hambanya agar lebih berhati-hati dalam menjalani hidup di dunia yang singkat ini, dan  sangatlah mudah membangkitkan semua makhluknya dengan sempurna sampai-sampai dijelaskan didalam firmanNya:

Firman Allah :

{أَيَحْسَبُ الإنْسَانُ أَلَّنْ نَجْمَعَ عِظَامَهُ}

Apakah manusia (makhluk) tidak mengira bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya? (Al-Qiyamah: 3)



Yaitu di hari kiamat nanti, apakah dia mengira bahwa Kami tidak mampu mengembalikan tulang belulangnya, lalu menghimpunkannya kembali dari tempat-tempatnya yang berserakan.

{بَلَى قَادِرِينَ عَلَى أَنْ نُسَوِّيَ بَنَانَهُ}

Bukanlah demikian, sebenarnya Allah kuasa menyusun kembali jari jemarinya (manusia) dengan sempurna. (Al-Qiyamah: 4)



Cukuplah dengan potongan 2 Surat yang  Firmankan diatas meskipun banyak sekali Firman-firman Allah, dengan kita mengenal dan mempelajari islam secara kaffah, maka selayaknya kita sebagai seorang mukmin haruslah taat terhadap perintah   dan menjauhi segala apa yang dilarang oleh . Sebagai wujud kita syukur atas ketaatan kepadanya kita patutlah untuk selalu mensyukuri nikmat dan tidak mengkufuri atas nikmat pemberiannya serta selalu beribadah dengna taat dan memohon ampunan atas segala kesalahan dan dosa-dosa yang pernah kita lakukan, dan semoga kita diberikan ampunan oleh Allah Azza wa Jalla. Aamiin...

Wallahu A’lam Bishowab.




2 Responses to "Surah An – Naba’ dan Al - Qiyamah Tentang Berita Besar "

Mohon berkomentar dengan bijak dan sesuai dengan isi konten, jangan memberikan link aktif, fasilitas yang tersedia ini tidak untuk dijadikan perdebatan / permusuhan.

Jika melanggar peraturan komentar akan saya hapus secara permanen!

cintaisunnah

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel